1 Bit = Binary Digit
8 Bits = 1 Byte
1024 Bytes = 1 Kilobyte
1024 Kilobytes = 1 Megabyte
1024 Megabytes = 1 Gigabyte
1024 Gigabytes = 1 Terabyte
1024 Terabytes = 1 Petabyte
1024 Petabytes = 1 Exabyte
1024 Exabytes = 1 Zettabyte
1024 Zettabytes = 1 Yottabyte
1024 Yottabytes = 1 Brontobyte
1024 Brontobytes = 1 Geopbyte
1 Bit = Binary
Digit
8 Bits = 1 Byte
1000 Bytes = 1 Kilobyte
1000 Kilobytes = 1 Megabyte
1000 Megabytes = 1 Gigabyte
1000 Gigabytes = 1 Terabyte
1000 Terabytes = 1 Petabyte
1000 Petabytes = 1 Exabyte
1000 Exabytes = 1 Zettabyte
1000 Zettabytes = 1 Yottabyte
1000 Yottabytes = 1 Brontobyte
1000 Brontobytes = 1 Geopbyte
contoh
sebuah flash disk dengan kapasitas 4GB, yang menurut perhitungan
pabrikan 1GB = 1.000.000.000 Byte atau 10 pangkat 9 , jadi 4GB = 4 x
1.000.000.000 = 4.000.000.000 Byte. Kemudian jika di baca oleh komputer
yang memperhitungkan 1GB = 1073741824 Byte atau 2 pangkat 30, jadi 4GB =
4 x 1073741824= 4.294.967.296 Byte, jadi jika dihitung komputer
4.000.000.000 Byte itu belum mencapai 4GB menurut perhitungan komputer, atau
sekitar 3,7 GB dalam perhitungan komputer. Nah contoh lain sebuah hardisk
160GB.
|
Perhitungan
pabrik
|
Perhitungan
komputer
|
|
-
menggunakan perhitungan desimal dari Byte ke Kilobyte, Megabyte, Gigabyte,
dst. dengan kelipatan 10 pangkat 3, 6, 9, 12, dst.
- 1 GB =
10 pangkat 9 = 1.000.000.000 Byte
- 160 GB =
160 * 1.000.000.000 = 160.000.000.000 Byte
|
-
menggunakan perhitungan biner dari Byte ke Kilobyte, Megabyte, Gigabyte
dst. Dengan kelipatan 2 pangkat 10, 20, 30, 40, dst.
- 1 GB = 2
pangkat 30 = 1.073.741.824 Byte
- 160 GB =
160 * 1.073.741.824 Byte = 171.798.691.840 Byte
|
Sejarah perkembangan
dari OS,WINDOWS,LINUX,MACINTOSH
Secara umum, Sistem
Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya
dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan
layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut
seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user.
Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti
umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian
kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel"
suatu Sistem Operasi
Dalam banyak
kasus, Sistem Operasi menyediakan suatu pustaka dari fungsi-fungsi standar,
dimana aplikasi lain dapat memanggil fungsi-fungsi itu, sehingga dalam setiap
pembuatan program baru, tidak perlu membuat fungsi-fungsi tersebut dari awal.
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:
- Mekanisme Boot, yaitu
meletakkan kernel ke dalam memory
- Kernel, yaitu
inti dari sebuah Sistem Operasi
- Command Interpreter atau shell, yang
bertugas membaca input dari pengguna
- Pustaka-pustaka, yaitu yang
menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh
aplikasi lain
- Driver
untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol
mereka.
Sebagian
Sistem Operasi hanya mengizinkan satu aplikasi saja yang berjalan pada satu
waktu, tetapi sebagian besar Sistem Operasi baru mengizinkan beberapa aplikasi
berjalan secara simultan pada waktu yang bersamaan. Sistem Operasi seperti itu
disebut sebagai Multi-tasking Operating System. Beberapa Sistem Operasi
berukuran sangat besar dan kompleks, serta inputnya tergantung kepada input
pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan
asumsi bekerja tanpa intervensi manusia sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut
sebagai Desktop OS, sedangkan tipe kedua adalah Real-Time OS
Sebagai contoh, yang dimaksud sistem operasi itu antara lain adalah Windows,
Linux, Free BSD, Solaris, palm, dan sebagainya.
Layanan inti umum
Seiring dengan berkembangnya Sistem Operasi, semakin banyak lagi layanan yang
menjadi layanan inti umum. Kini, sebuah OS mungkin perlu menyediakan layanan
network dan koneksitas internet, yang dulunya tidak menjadi layanan inti umum.
Sistem Operasi juga perlu untuk menjaga kerusakan sistem komputer dari gangguan
program perusak yang berasal dari komputer lainnya, seperti virus. Daftar
layanan inti umum akan terus bertambah.
Program
saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan Antarmuka Pemrograman
Aplikasi, Application Programming Interface
atau disingkat dengan API.
Dengan API inilah program aplikasi dapat berkomunikasi dengan Sistem Operasi.
Sebagaimana manusia berkomunikasi dengan komputer melalui Antarmuka User,
program juga berkomunikasi dengan program lainnya melalui API.
Walaupun
demikian API sebuah komputer tidaklah berpengaruh sepenuhnya pada
program-program yang dijalankan diatas platform operasi tersebut. Contohnya
bila program yang dibuat untuk windows 3.1 bila dijalankan pada windows 95 dan
generasi setelahnya akan terlihat perbedaan yang mencolok antara window program
tersebut dengan program yang lain.
Sistem Operasi saat ini
Sistem operasi-sistem
operasi utama yang digunakan komputer sistem umum (termasuk PC, komputer
personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar:
- Keluarga Microsoft Windows - yang antara lain terdiri dari Windows Desktop
Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan
Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000,
Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows 7 (Seven) yang
akan dirilis pada tahun 2009, dan Windows Orient yang akan dirilis pada
tahun 2014)).
- Keluarga Unix yang
menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD
(Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis
kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan
GNU/Hurd.
- Mac OS,
adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang
biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem
operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.4 (Tiger). Awal tahun 2007 direncanakan
peluncuran versi 10.5 (Leopard).
Sedangkan komputer Mainframe, dan Super komputer menggunakan banyak sekali sistem operasi
yang berbeda-beda, umumnya merupakan turunan dari sistem operasi UNIX yang
dikembangkan oleh vendor seperti IBM AIX, HP/UX, dll.
fdg
Proses
Prosesor mengeksekusi program-program komputer. Prosesor adalah sebuah chip
dalam sistem komputer yang menjalankan instruksi-instruksi program komputer.
Dalam setiap detiknya prosesor dapat menjalankan jutaan instruksi.
Program adalah sederetan instruksi yang diberikan kepada suatu komputer.
Sedangkan proses adalah suatu bagian dari program yang berada pada
status tertentu dalam rangkaian eksekusinya. Di
dalam bahasan Sistem Operasi, kita lebih sering membahas proses
dibandingkan dengan program. Pada Sistem Operasi modern, pada satu saat tidak
seluruh program dimuat dalam memori, tetapi hanya satu bagian saja dari program
tersebut. Sedangkan bagian lain dari program tersebut tetap beristirahat di
media penyimpan disk. Hanya pada saat dibutuhkan saja, bagian dari program
tersebut dimuat di memory dan dieksekusi oleh prosesor. Hal ini sangat
menghemat pemakaian memori.
Beberapa sistem hanya menjalankan satu proses tunggal dalam satu waktu,
sedangkan yang lainnya menjalankan multi-proses dalam satu waktu. Padahal
sebagian besar sistem komputer hanya memiliki satu prosesor, dan sebuah
prosesor hanya dapat menjalankan satu instruksi dalam satu waktu. Maka
bagaimana sebuah sistem prosesor tunggal dapat menjalankan multi-proses?
Sesungguhnya pada granularity yang sangat kecil, prosesor hanya menjalankan
satu proses dalam satu waktu, kemudian secara cepat ia berpindah menjalankan
proses lainnya, dan seterusnya. Sehingga bagi penglihatan dan perasaan
pengguna manusia, seakan-akan prosesor menjalankan beberapa proses secara
bersamaan.
Setiap proses dalam sebuah sistem operasi mendapatkan sebuah PCB (Process
Control Block) yang memuat informasi tentang proses tersebut, yaitu: sebuah
tanda pengenal proses (Process ID) yang unik dan menjadi nomor identitas,
status proses, prioritas eksekusi proses dan informasi lokasi proses dalam
memori. Prioritas proses merupakan suatu nilai atau besaran yang menunjukkan
seberapa sering proses harus dijalankan oleh prosesor. Proses yang memiliki
prioritas lebih tinggi, akan dijalankan lebih sering atau dieksekusi lebih dulu
dibandingkan dengan proses yang berprioritas lebih rendah. Suatu sistem operasi
dapat saja menentukan semua proses dengan prioritas yang sama, sehingga setiap
proses memiliki kesempatan yang sama. Suatu sistem operasi dapat juga merubah
nilai prioritas proses tertentu, agar proses tersebut akan dapat memiliki
kesempatan lebih besar pada eksekusi berikutnya (misalnya: pada proses yang
sudah sangat terlalu lama menunggu eksekusi, sistem operasi menaikkan nilai
prioritasnya).
Status Proses
Jenis status yang mungkin dapat disematkan pada suatu proses pada setiap sistem
operasi dapat berbeda-beda. Tetapi paling tidak ada 3 macam status yang umum,
yaitu:
- Ready, yaitu status dimana proses
siap untuk dieksekusi pada giliran berikutnya.
- Running, yaitu
status dimana saat ini proses sedang dieksekusi oleh prosesor.
- Blocked, yaitu
status dimana proses tidak dapat dijalankan pada saat prosesor siap /
bebas.
. Konsep
Dasar Sistem Operasi
- Komponen Sistem Operasi
- Layanan Sistem Operasi
- System Calls
- PemrogramanSistem
- Struktur Sistem
- MesinVirtual
- System Generation
- RancanganSistem
Komponen
Sistem
- Managemen Proses
- Managemen Memori Utama
- Managemen Berkas
- Managemen I/O
- Managemen Penyimpanan Sekunder
- Jaringan
- Sistem Proteksi
- Command
- Interpreter System
Process
Control
- Selesai, abort
- Load, eksekusi
- Membuat dan mengakhiriproses
- Mengambil dan mengeset atribut proses
- Menunggu waktu
- Wait event, signal event
- Alokasi
dan pengosongan memori
Sistem
Operasi Versi DOS
DOS adalah
singkatan dari Disk Operating System. Istilah DOS sering juga disebut MS-DOS
(Microsoft DOS). Sistem Operasi adalah suatu sistem yang mendasari suatu
komputer bekerja atau suatu instruksi yang berfungsi untuk menggerakkan
hardware agar bisa bekerja sesuai dengan kebutuhan user/pemakai.
Jenis sistem
operasi yang bekerja menyebabkan komputer mampu menerima perintah dari pengguna
atau user telah dibahas pada bagian Pengantar Pembelajaran. Sekarang kita akan
membahas sistem operasi yang khusus hanya pada DOS Hal-hal yang pokok yang
dibahas pada DOS. Ada dua kategori perintah-perintah dalam DOS, yaitu:Perintah
Internal dan Perintah Eksternal.
MS-DOS
dirilis pertama kali pada tahun 1981, dan seiring dengan waktu, Microsoft pun meluncurkan
versi yang lebih baru dari MS-DOS. Tidak kurang hingga delapan kali Microsoft
meluncurkan versi-versi baru MS-DOS dari tahun 1981 hingga Microsoft
menghentikan dukungan MS-DOS pada tahun 2000. MS-DOS merupakan salah satu kunci keberhasilan
Microsoft dalam memproduksi perangkat lunak, dari
sebuah perusahaan kecil pembuat bahasa
pemrograman
saat didirikan hingga menjadi sebuah perusahaan perangkat lunak yang seolah
menguasai dunia.
IBM dan Microsoft selanjutnya merilis versi-versi DOS; di
mana versi IBM yang langsung dibundel dengan komputer IBM PC disebut dengan "IBM PC-DOS" (singkatan dari
International Business Machine Personal Computer Disk Operating System).
Pada awalnya, IBM hanya menggunakan apa yang layak digunakan dari MS-DOS yang
dirilis oleh Microsoft, seperti program-programnya atau utilitas yang
disertakannya. Karena itulah, versi IBM selalu dirilis lebih lambat
dibandingkan dengan versi MS-DOS. Tapi, MS-DOS versi 4.0 adalah versi MS-DOS pertama
yang benar-benar sama seperti IBM PC-DOS, karena Microsoft sedang
berkonsenstrasi untuk mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang
disebut dengan OS/2.
Microsoft, ketika melisensikan DOS kepada IBM, menandatangani perjanjian
lisensi yang salah satu poinnya mengandung bahwa Microsoft boleh melisensikan
MS-DOS kepada perusahaan selain IBM, dan para perusahaan tersebut dipersilakan
mengubah nama MS-DOS menjadi nama yang mereka gunakan (contoh: TandyDOS, Compaq
DOS, dan lainnya). Kebanyakan versi-versi tersebut tentu saja sama dengan versi
yang telah dikembangkan oleh Microsoft dengan MS-DOS-nya, tapi Microsoft mulai
mencabut perjanjian lisensinya sehingga para perusahaan lain harus menggunakan
nama MS-DOS, bukannya nama yang telah dikustomisasi sebelumnya. Hanya IBM yang
diberikan keleluasaan untuk terus menggunakan nama IBM PC-DOS, bukannya MS-DOS.
MS-DOS pun berkembang dengan cukup cepat, dengan fitur-fitur signifikan yang
diambil dari beberapa sistem operasi lainnya seperti Microsoft Xenix--salah satu varian sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh Microsoft--dan DR-DOS
milik Digital Research, serta produk-produk utilitas
lainnya seperti Norton Utilities dari Symantec Corporation (produk yang diadopsi seperti
Microsoft Disk
Defragmenter), PC-Tools
dari Central Points (produk yang diadopsi seperti
Microsoft Anti-Virus), manajer memori diperluas atau EMM (Expanded Memory
Manager) QEMM dari Quarterdeck (produk yang diadopsi seperti EMM386),
kompresi disk (atau disk compression) DriveSpace dari Stac Electronics,
dan masih banyak produk yang diadopsi lainnya.
Ketika Intel Corporation memperkenalkan mikroprosesor baru yang disebut dengan Intel
80286, Microsoft dan IBM memulai proyek sistem operasi baru pengganti DOS yang
disebut dengan OS/2, yang pada dasarnya adalah versi
MS-DOS yang berjalan dalam modus terproteksi (protected mode). Tapi, Microsoft meninggalkan
proyek OS/2 tersebut untuk memfokuskan diri pada pengembangan Microsoft Windows dan Microsoft Windows NT. Digital Research membuat sebuah antarmuka grafis
yang disebut dengan GEM, tapi sangat kurang populer pada komputer IBM PC atau kompatibel. GEM ternyata mendapat pasarnya pada
mesin komputer ATARI ST, tapi akhirnya disalip lagi oleh Microsoft
dengan versi Windows 3.0.
Selang
kira-kira satu tahun, di mana animo masyarakat akan produk IBM PC, Microsoft pun
membuat perbaikan untuk MSDOS, dan muncullah DOS versi 1.1. Sebenarnya, hal ini
diakibatkan oleh IBM yang meluncurkan produk floppy
disk drive baru untuk disket double-side dengan
ukuran 5½ inci berkapasitas 320K. Penggunaan double-side bagi floppy disk
sangatlah berpengaruh, karena media penyimpanan tersebut dapat menyimpan dua
kali lebih banyak dibandingkan dengan disket floppy single-side. Jangan tertawa
melihat kapasitas disket yang didukung oleh MS-DOS 1.1. Anda tidak akan
mendapatkan kapasitas puluhan megabytes ataupun gigabytes. Bahkan hard disk
saja masih jarang ditemui pada microcomputer, dan hanya Apple III yang
memilikinya.
Setelah itu, Microsoft menampakkan
diri untuk menjual MS-DOS kepada para kompetitor IBM yang membuat semacam klon
IBM PC 5150. Microsoft memberinya versi 1.25. Karena didesain sedemikian rupa
dengan menggunakan falsafah open-architecture, tidak seperti Apple dan Commodore maka klon terhadap IBM PC pun dapat dilakukan. Dan
karena itulah IBM PC dan klon IBM PC yang kompatibel dengan IBM PC sangat
sukses di pasaran. Ini merupakan kesuksesan tiga perusahaan: IBM, Intel, dan tentu saja Microsoft. Hanya
saja, memang pasar IBM kala itu digerogoti oleh Compaq, Hewlett-Packard, dan juga Dell Computer Corporation yang membuat klon IBM PC.
Versi-versi DOS
Perkembangan
sistem operasi Microsoft
Dalam 2 dekade ini pengguna komputer
masih banyak yang menggunakan system operasi windows. Sistem operasi windows
merupakan kelanjutan dari MS-DOS yang menjadi pendahulunya. MS-DOS yang tidak
mempunyai grafis yang mumpuni dilakukan reset kembali dan di rilis windows baru
dengan nama windows 1.0 yang sudah menjamin grafis yang lebih baik.
Windows 1.0
Versi pertama Microsoft Windows, yang disebut dengan Windows 1.0, dirilis pada
tanggal 20 November 1985. Versi ini memiliki banyak kekurangan dalam beberapa fungsionalitas,
sehingga kurang populer di pasaran. Pada awalnya Windows versi 1.0 ini hendak
dinamakan dengan Interface Manager, akan tetapi Rowland Hanson, kepala bagian
pemasaran di Microsoft Corporation, meyakinkan para petinggi Microsoft bahwa
nama "Windows" akan lebih "memikat" konsumen. Windows 1.0
bukanlah sebuah sistem operasi yang lengkap, tapi hanya memperluas kemampuan
MS-DOS dengan tambahan antarmuka grafis. Selain itu, Windows 1.0 juga memiliki
masalah dan kelemahan yang sama yang dimiliki oleh MS-DOS.
Lebih jauh lagi, Apple yang menuntut Microsoft membuat Microsoft membatasi
kemampuannya. Sebagai contoh, jendela-jendela di dalam Windows 1.0 hanya dapat
ditampilkan di layar secara "tile" saja, sehingga jendela tersebut
tidak dapat saling menimpa satu sama lainnya. Selain itu, tidak ada semacam
tempat yang digunakan untuk menyimpan berkas sebelum dihapus (Recycle Bin),
karena memang Apple berkeyakinan bahwa mereka memiliki hak terhadap paradigma
tersebut. Microsoft pun kemudian membuang limitasi tersebut dari Windows dengan
menandatangani perjanjian lisensi dengan Apple.
Windows 2.x
Windows versi 2 pun muncul kemudian pada tanggal 9 Desember 1987, dan menjadi
sedikit lebih populer dibandingkan dengan pendahulunya. Sebagian besar
populeritasnya didapat karena kedekatannya dengan aplikasi grafis buatan
Microsoft, Microsoft Excel for Windows dan Microsoft Word for Windows.
Aplikasi-aplikasi Windows dapat dijalankan dari MS-DOS, untuk kemudian memasuki
Windows untuk melakukan operasinya, dan akan keluar dengan sendirinya saat
aplikasi tersebut ditutup.
Microsoft Windows akhirnya memperoleh peningkatan signifikan saat Aldus
PageMaker Macintosh. Beberapa ahli sejarahwan komputer mencatat ini sebagai
kemunculan sebuah aplikasi yang laku secara signifikan selain buatan Microsoft
sebagai awal kesuksesan Microsoft Windows.
Windows versi 2.0x menggunakan model memori modus real, yang hanya mampu
mengakses memori hingga 1 megabita saja. Dalam konfigurasi seperti itu, Windows
dapat menjalankan aplikasi multitasking lainnya, semacam DESQview, yang
berjalan dalam modus terproteksi yang ditawarkan oleh Intel 80286.
Windows 2.1x
Selanjutnya, dua versi yang baru dirilis, yakni Windows/286 2.1 dan Windows/386
2.1. Seperti halnya versi Windows sebelumnya, Windows/286 menggunakan model
memori modus real, tapi merupakan versi yang pertama yang mendukung High Memory
Area (HMA). Windows/386 2.1 bahkan memiliki kernel yang berjalan dalam modus
terproteksi dengan emulasi Expanded Memory Specification (EMS) standar Lotus-Intel-Microsoft
(LIM), pendahulu spesifikasi Extended Memory Specification (XMS) yang kemudian
pada akhirnya mengubah topologi komputasi di dalam IBM PC. Semua aplikasi
Windows dan berbasis DOS saat itu memang berjalan dalam modus real, yang
berjalan di atas kernel modus terproteksi dengan menggunakan modus Virtual
8086, yang merupakan fitur baru yang dimiliki oleh Intel 80386.
Versi 2.03 dan kemudian versi 3.0 mendapatkan tuntutan dari Apple karena memang
versi 2.1 ini memiliki modus penampilan jendela secara cascade (bertumpuk),
selain beberapa fitur sistem operasi Apple Macintosh yang "ditiru"
oleh Windows, utamanya adalah masalah tampilan/look and feel. Hakim William
Schwarzer akhirnya membatalkan semua 189 tuntutan tersebut, kecuali 9 tuntutan
yang diajukan oleh Apple terhadap Microsoft pada tanggal 5 Januari 1989.
Kesuksesan dengan Windows 3.0
Microsoft Windows akhirnya mencapai kesuksesan yang sangat signifikan saat
menginjak versi 3.0 yang dirilis pada tahun 1990. Selain menawarkan peningkatan
kemampuan terhadap aplikasi Windows, Windows 3.0 juga mampu mengizinkan
pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi MS-DOS secara serentak
(multitasking), karena memang pada versi ini telah diperkenalkan memori
virtual. Versi ini pulalah yang menjadikan IBM PC dan kompatibelnya penantang
serius terhadap Apple Macintosh. Hal ini disebabkan dari peningkatan performa
pemrosesan grafik pada waktu itu (dengan adanya kartu grafis Video Graphics
Array (VGA)), dan juga modus terproteksi/modus 386 Enhanced yang mengizinkan
aplikasi Windows untuk memakai memori lebih banyak dengan cara yang lebih mudah
dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh MS-DOS.
Windows 3.0 dapat berjalan di dalam tiga modus, yakni modus real, modus
standar, dan modus 386 Enhanced, dan kompatibel dengan prosesor-prosesor
keluarga Intel dari Intel 8086/8088, 80286, hingga 80386. Windows 3.0 akan
mencoba untuk mendeteksi modus mana yang akan digunakan, meski pengguna dapat
memaksa agar Windows bekerja dalam modus tertentu saja dengan menggunakan switch-switch
tertentu saat menjalankannya
* win /r: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus real
* win /s: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus standar
* win /3: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus 386 Enhanced.
Versi 3.0 juga merupakan versi pertama Windows yang berjalan di dalam modus
terproteksi, meskipun kernel 386 enhanced mode merupakan versi kernel yang
ditingkatkan dari kernel modus terproteksi di dalam Windows/386.
Karena adanya fitur kompatibilitas ke belakang, aplikasi Windows 3.0 harus
dikompilasi dengan menggunakan lingkungan 16-bit, sehingga sama sekali tidak
menggunakan kemampuan mikroprosesor Intel 80386, yang notabene adalah prosesor
32-bit.
Windows 3.0 juga hadir dalam versi "multimedia", yang disebut dengan
Windows 3.0 with Multimedia Extensions 1.0, yang dirilis beberapa bulan
kemudian. Versi ini dibundel dengan keberadaan "multimedia upgrade
kit", yang terdiri atas drive CD-ROM dan sebuah sound card, seperti halnya
Creative Labs Sound Blaster Pro. Versi ini merupakan perintis semua fitur
multimedia yang terdapat di dalam versi-versi Windows setelahnya, seperti
halnya Windows 3.1 dan Windows for Workgroups, dan menjadi bagian dari
spesifikasi Microsoft Multimedia PC.
Fitur-fitur yang disebutkan di atas dan dukungan pasar perangkat lunak aplikasi
yang semakin berkembang menjadikan Windows 3.0 sangat sukses di pasaran.
Tercatat, dalam dua tahun sebelum dirilisnya versi Windows 3.1, Windows 3.0
terjual sebanyak 10 juta salinan. Akhirnya, Windows 3.0 pun menjadi sumber
utama pemasukan Microsoft, dan membuat Microsoft melakukan revisi terhadap
beberapa rencana awalnya.
Beralih sementara ke OS/2
Selama pertengahan hingga akhir 1980an, Microsoft dan IBM bekerja sama dalam
mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang disebut sebagai IBM OS/2.
OS/2 dapat menggunakan semua kemampuan yang ditawarkan oleh mikroprosesor Intel
80286 dan mampu mengakses memori hingga 16 Megabyte. OS/2 1.0 dirilis pada
tahun 1987, yang memiliki fitur swapping dan multitasking, selain tentunya
mengizinkan aplikasi MS-DOS untuk berjalan di atasnya.
OS/2 versi 1.0 hanyalah sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks/command
line saja. OS/2 versi 1.1 yang dirilis pada tahun 1988 menawarkan antarmuka
grafis, yang disebut dengan Presentation Manager (PM). Presentation Manager ini
menggunakan sistem koordinat yang sama dengan koordinat Cartesius, berbeda
dengan sistem operasi Windows dan beberapa sistem GUI lainnya. Penggunaan
sistem koordinat tersebut menyebabkan titik x,y 0,0 pada OS/2 diletakkan pada
pojok kiri bawah layar, sementara pada Windows, peletakannya pada pojok kiri
atas. OS/2 versi 1.2, yang dirilis pada tahun 1989, memperkenalkan sebuah
sistem berkas baru, yang disebut dengan High Performance File System (HPFS),
yang ditujukan untuk menggantikan sistem berkas File Allocation Table (FAT).
Pada awal-awal tahun 1990an, hubungan antara Microsoft dan IBM pun meregang
akibat munculnya sebuah konflik. Hal ini dikarenakan mereka saling bekerja sama
dalam mengembangkan sistem operasi komputer pribadi masing-masing (IBM dengan
OS/2 dan Microsoft dengan Windows-nya), keduanya memiliki akses terhadap kode
masing-masing sistem operasi. Microsoft menghendaki pengembangan lebih lanjut
dari sistem operasi Windows buatannya, sementara IBM memiliki hasrat bahwa
semua pekerjaan masa depannya haruslah dibuat berdasarkan sistem operasi OS/2.
Dalam sebuah percobaan untuk mengakhiri konflik ini, IBM dan Microsoft akhirnya
setuju bahwa IBM akan mengembangkan IBM OS/2 versi 2.0, untuk menggantikan OS/2
versi 1.3 dan Windows 3.0, sementara Microsoft harus mengembangkan sebuah
sistem operasi baru, OS/2 versi 3.0, yang akan kemudian menggantikan OS/2 versi
2.0.
Persetujuan ini pun tidak berlangsung lama, sehingga hubungan IBM dan Microsoft
pun dihentikan. IBM akhirnya melanjutkan pengembangan OS/2, sementara Microsoft
mengganti nama sistem operasi OS/2 versi 3.0 (yang belum dirilis) menjadi
Windows NT. Keduanya masih memiliki hak untuk menggunakan teknologi OS/2 dan
Windows yang sudah dibentuk sampai pemutusan persetujuan; akan tetapi, Windows
NT benar-benar ditulis sebagai sebuah sistem operasi yang baru dan sebagian
besar kode bebas dari kode IBM OS/2.
Setelah versi 1.3 dirilis untuk untuk membenarkan beberapa masalah dalam OS/2
versi 1.x, IBM akhirnya merilis OS/2 versi 2.0 pada tahun 1992. Versi 2.0 ini
menawarkan peningkatan yang signifikan, yakni sebuah GUI berorientasi objek,
yang disebut dengan Workplace Shell (WPS), yang mencakup di dalamnya sebuah
dekstop dan dianggap oleh banyak orang merupakan fitur terbaik di dalam OS/2.
Microsoft pun akhirnya "menjiplak" beberapa elemen dari Workplace
Shell pada sistem operasi Windows 95 yang dirilis tiga tahun kemudian. Versi
2.0 juga menawarkan API yang mendukung penuh instruksi 32-bit milik Intel 80386,
sehingga menawarkan fitur multitasking yang bagus dan mampu mengalamatkan
memori hingga 4 gigabyte. Meskipun demikian, banyak hal di dalam internal
sistem masih menggunakan kode 16-bit, yang mengharuskan device driver juga
harus ditulis dengan menggunakan kode 16-bit juga, selain tentunya beberapa hal
internal lainnya. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa OS/2 kekurangan
driver perangkat keras. Versi 2.0 juga mampu menjalankan aplikasi DOS dan
Windows 3.0, karena memang IBM juga masih memiliki hak untuk menggunakan kode
DOS dan Windows setelah "perceraian" hubungan antara mereka.
Pada saat itu, memang tidak jelas siapa yang menjadi pemenang dalam perlombaan
yang disebut "Desktop Wars", akan tetapi pada akhirnya OS/2 tidak
mampu mendapatkan pangsa pasar yang cukup meskipun IBM pada akhirnya merilis
beberapa versi OS/2 yang jauh lebih hebat lagi setelah versi 2.0 ini.
Windows 3.1
Sebagai respons dari
dirilisnya IBM OS/2 versi 2.0 ke pasaran, Microsoft mengembangkan Windows 3.1,
yang menawarkan beberapa peningkatan minor terhadap Windows 3.0 (seperti halnya
kemampuan untuk menampilkan font TrueType Fonts, yang dikembangkan secara
bersama-sama dengan Apple), dan juga terdapat di dalamnya banyak sekali
perbaikan terhadap bug dan dukungan terhadap multimedia. Versi 3.1 juga
menghilangkan dukungan untuk modus real, sehingga hanya berjalan pada modus
terproteksi yang hanya dimiliki oleh mikroprosesor Intel 80286 atau yang lebih
tinggi lagi. Microsoft pun pada akhirnya merilis Windows 3.11, yang merupakan
versi Windows 3.1 yang mencakup semua tambalan dan perbaikan yang dirilis
setelah Windows 3.1 diluncurkan pada tahun 1992.
Windows for Workgroups
Kira-kira pada waktu yang sama, Microsoft merilis Microsoft Windows for
Workgroups, yang tersedia baik sebagai tambahan untuk Windows 3.1 dan sebagai
sebuah versi yang tercakup di dalamnya lingkungan dasar Windows dan tambahan
kemampuan jaringan di dalam sebuah paket. Windows for Workgroups mencakup
driver jaringan komputer dan stack protokol yang lebih baik, dan juga mendukung
jaringan secara peer-to-peer. Salah satu download opsional untuk Windows for
Workgroups adalah stack protokol TCP/IP dengan nama kode "Wolverine",
yang mengizinkan akses ke Internet melalui jaringan korporat. Windows for
Workgroups dirilis dalam dua versi, Windows for Workgroups 3.1 dan Windows for
Workgroups 3.11. Tidak seperti versi-versi Windows sebelumnya, Windows for
Workgroups 3.11 hanya berjalan di dalam modus 386 Enhanced, dan membutuhkan
setidaknya mesin dengan prosesor Intel 80386SX.
Semua versi tersebut terus menerus meningkatkan laju penjualan Windows versi
3.x. Meskipun Windows 3.1x masih memiliki banyak kekurangan, yang sebelumnya
telah dikoreksi oleh OS/2, seperti nama berkas yang panjang (melebihi 11
karakter, dalam format 8.3), desktop, atau proteksi sistem terhadap kelakuan
aplikasi yang tidak diinginkan, Microsoft secara cepat mengambil alih pasar GUI
di pangsa pasar desktop untuk IBM PC dan kompatibelnya. Windows API pun menjadi
standar de-facto untuk perangkat lunak konsumen.
Windows NT
Selama waktu itu, Microsoft terus melanjutkan pengembangan sistem operasi yang
barunya, yang disebut dengan Windows NT. Arsitek utama dari Windows NT adalah
Dave Cutler, yang merupakan salah satu dari pemimpin arsitek sistem operasi VMS
di perusahaan Digital Equipment Corporation (DEC), yang kemudian dibeli oleh
Compaq yang sekarang bagian dari Hewlett-Packard. Microsoft merekrut Cutler
pada tahun 1988 untuk membuat sebuah versi OS/2 yang bersifat portabel, tapi
akhirnya Cutler malahan membuat sistem operasi baru.
Sebelum pindah ke Microsoft, Cutler sebenarnya sedang membuat sebuah sistem
operasi penerus VMS di DEC, yang disebut dengan Mica. Dan pada saat petinggi
DEC menggagalkan proyek tersebut, ia keluar dari DEC dan membawa banyak pekerja
ahli bersamanya ke Microsoft. DEC memiliki keyakinan bahwa Cutler membawa kode
Mica untuk digunakan oleh Microsoft dan menuntutnya. Akhirnya, Microsoft pun
kalah dan pada akhirnya disuruh membayar 150 juta dolar Amerika dan memiliki
kesepakatan untuk mendukung chip CPU baru buaan DEC, DEC Alpha, yang kala itu
tercatat sebagai sebuah chip tercepat, agar dapat berjalan di dalam Windows NT.
Windows NT 3.1 (bidang pemasaran Microsoft menghendaki Windows NT agar terlihat
sebagai kelanjutan dari Windows 3.1) akhirnya muncul pertama kali dalam bentuk
Beta bagi para pengembang perangkat lunak pada bulan Juli 1992 dalam sebuah
perhelatan Professional Developers Conference (PDC) yang dilangsungkan di San
Fransisco, California, Amerika Serikat. Microsoft juga mengumumkan keinginannya
untuk mengembangkan sebuah sistem operasi penerus bagi Windows NT sekaligus
juga pengganti Windows 3.1 pada konferensi tersebut (yang diberi nama kode
Chicago), yang kemudian akan menyatukan keduanya ke dalam sebuah sistem operasi
yang padu. Sistem operasi tersebut diberi nama Cairo.
Ternyata Cairo merupakan sebuah proyek yang lebih rumit dibandingkan apa yang
telah diantisipasi oleh Microsoft, dan hasilnya NT dan Chicago tidak
"bersatu" sampai Windows XP diluncurkan. Selain itu, bagian-bagian Cairo
belum muncul di dalam sistem operasi Microsoft Windows hingga saat ini.
Contohnya adalah subsistem WinFS, yang merupakan implementasi dari Object File
System di dalam Cairo, memang sempat dikerjakan oleh Microsoft dalam beberapa
waktu, tapi pada akhirnya Microsoft mengumumkan bahwa mereka menghentikan
pengembangan WinFS dan akan menggabungkan teknologi yang dikembangkan untuk
WinFS di dalam produk dan teknologi Microsoft yang lainnya, khususnya adalah
Microsoft SQL Server.
Dukungan device driver untuk Windows NT juga kurang begitu banyak karena memang
mengembangkan driver untuk Windows NT dianggap rumit oleh beberapa pengembang,
selain tentunya Windows NT juga memiliki superioritas dalam model abstraksi
perangkat kerasnya. Masalah ini telah menghantui semua versi Windows NT hingga
Windows NT 5.0 (Windows 2000) keluar ke pasaran. Para programmer pun mengeluh
bahwa mengembangkan device driver untuk Windows NT adalah sesuatu hal yang
rumit, dan para pengembang perangkat keras juga tidak mau mengambil risiko
untuk mengembangkan device driver untuk sebuah sistem operasi yang memiliki
pangsa pasar terbatas. Selain itu, meskipun Windows NT menawarkan performa yang
baik dan mampu mengekspolitasi sumber daya sistem secara lebih efisien, dalam
beberapa sistem dengan perangkat keras terbatas, Windows NT dianggap sebagai
sistem yang boros sumber daya. Hal ini mengakibatkan munculnya opini publik
bahwa Windows NT hanya cocok untuk mesin-mesin yang besar dan juga jauh lebih
mahal (seperti halnya workstation dengan DEC Alpha atau Intel Pentium yang kala
itu memang masih baru). Windows NT juga tidak dapat bekerja untuk pengguna
pribadi karena kebutuhan sumber dayanya yang tinggi. Selain itu, GUI yang
digunakannya hanyalah salinan dari GUI Windows 3.1, yang masih kalah jauh jika
dibandingkan dengan Workplace Shell milik OS/2, sehingga alasan Windows NT
merupakan pengganti bagi Windows 3.1 tidaklah masuk akal.
Akan tetapi, fitur-fitur tersebutlah yang membuat Windows NT pilihan yang
sempurna untuk pangsa pasar server jaringan lokal (LAN), yang pada tahun 1993
sedang mengalami booming besar-besaran, seiring dengan komoditas jaringan di
dalam kantor telah meningkat secara drastis. Fitur-fitur jaringan dalam Windows
NT menawarkan beberapa pilihan konektivitas jaringan yang luas dan juga
tentunya sistem berkas NTFS yang efisien. Windows NT 3.51 merupakan primadona
Microsoft saat terjun ke pasar ini, yang kemudian mengambil alih sebagian besar
pangsa pasar yang sebelumnya dimiliki oleh Novell Netware beberapa tahun ke
depan.
Salah satu peningkatan terbesar dari Windows NT adalah Application Programming
Interface (API) 32-bit yang baru, yang dibuat untuk menggantikan Windows API
16-bit yang sudah lama. API 32-bit ini dinamakan dengan Win32 API, dan dari
sanalah Microsoft menyebut API 16-bit yang lama sebagai Win16. Win32 API
memiliki tiga buah implementasi utama: satu untuk Windows NT (yang merupakan
Win32 API terlengkap dengan dukungan ANSI ataupun Unicode), satu untuk Win32s
(yang merupakan bagian dari Win32 yang dapat digunakan di atas sistem Windows
3.1), dan juga satu lagi untuk Chicago (yang hanya mendukung ANSI). Hal ini
menyebabkan kompatibilitas yang tinggi antara Chicago dan Windows NT, meskipun
pada dasarnya kedua sistem tersebut adalah sangat jauh berbeda jika dilihat dari
arsitektur dasarnya.
Windows NT merupakan sistem operasi Windows pertama yang dibuat dengan
menggunakan kernel hibrida, setelah pada versi-versi sebelumnya hanya
menggunakan kernel monolithic saja.
Windows 95
Setelah Windows 3.11, Microsoft
mulai memulai pengembangan sebuah versi Windows yang berorientasi kepada
pengguna yang diberi nama kode Chicago. Chicago didesain agar mmeiliki dukungan
terhadap multitasking secara pre-emptive 32-bit seperti halnya yang terdapat di
dalam OS/2 dan Windows NT, meskipun kernel 16-bit masih terdapat di dalamnya
demi alasan kompatibilitas ke belakang. Win32 API yang pertama kali
diperkenalkan pada Windows NT pun diadopsi sebagai sebuah standar antarmuka
pemrograman baru yang berbasis 32-bit, dengan kompatibilitas Win16 juga
dipertahankan dengan menggunakan sebuah teknik yang dinamakan dengan
"thunking". GUI yang baru juga dimiliki oleh sistem operasi, meskipun
pada awalnya Microsoft tidak merencanakannya sebagai bagian dari sistem operasi
saat dirilis. Memang beberapa elemen antarmuka pengguna yang dimiliki oleh
Cairo dipinjam dan ditambahkan kepada sistem operasi tersbut sebagai aspek
lainnya dari versi itu (khususnya fitur Plug and Play).
Microsoft tidak mengganti semua kode
Windows menjadi 32-bit; banyak bagian di dalamnya masih berupa 16-bit (meskipun
tidak menggunakan modus real secara langsung), demi alasan kompatibilitas ke
belakang, kinerja, dan waktu pengembangan. Hal ini dan fakta bahwa banyaknya
kelemahan dalam desain versi-versi Windows sebelumnya, membuat sistem operasi
yang baru ini terganggu efisiensi dan stabilitasnya.
Akhirnya, bagian marketing Microsoft
menggunakan nama Windows 95 sebagai nama produk bagi Chicago, saat dirilis pada
tanggal 24 Agustus 1995. Microsoft memiliki dua keuntungan dari peluncuran ini:
1) adalah mustahil bagi para konsumen untuk menjalankan Windows 95 pada sistem
operasi DOS bukan buatan Microsoft yang jauh lebih murah; 2) meskipun
jejak-jejak DOS tidaklah pernah dicabut dari sistem operasi tersebut, malahan
versi tersebut menancapkan sebuah versi DOS untuk dimuat sebagai bagian dari
proses booting, Windows 95 berjalan dengan sendirinya di dalam modus 386
Enhanced, dengan menggunakan memori virtual dan model pengalamatan memori flat
32-bit. Fitur-fitur itu menjadikan aplikasi Win32 untuk mengalamatkan RAM
virtual sebanyak maksimal 2 gigabyte (dengan 2 gigabyte sisanya dicadangkan
untuk sistem operasi), dan dalam teorinya mencegah aplikasi tersebut untuk
mengganggu ruangan memori yang dimiliki oleh aplikasi Win32 lainnya tanpa
adanya persetujuan dari sistem operasi. Dalam hal ini, memang fungsionalitas
Windows 95 mendekati apa yang dimiliki oleh Windows NT, meskipun Windows
95/98/Me tidak mendukung memori melebihi 512 megabyte tanpa menyunting
konfigurasi sistem yang merepotkan.
Di balik kesuksesan Microsoft, IBM
terus melanjutkan pasar OS/2, dengan memproduksi OS/2 versi 3.0 dan OS/2 Warp
(versi 4.0). IBM merespons keluhan yang diajukan oleh para konsumen mengenai
kebutuhan perangkat keras komputer yang tinggi yang diminta oleh OS/2 versi 2.0,
OS/2 versi 3.0 pun dibuat jauh lebih ramping dengan melakukan optimalisasi pada
ukuran dan kecepatan. Sebelum Windows 95 dirilis, OS/2 Warp 3.0 bahkan telah
dibundel dalam beberapa penyedia perangkat keras mayor di Jerman. Akan tetapi,
dengan dirilisnya Windows 95, OS/2 lagi-lagi kehilangan pangsa pasarnya
kembali, diambil alih oleh Windows 95.
Mungkin tidak mungkin untuk mencari
tahu apa alasan mengapa OS/2 gagal dalam mendapatkan pangsa pasar yang besar.
Walaupun OS/2 terus dapat menjalankan aplikasi Windows 3.1, sebenarnya sudah
tidak ada yang kekurangan lagi, kecuali pada sebagian kecil dari Windows API
yang disebut Win32s. Tidak seperti Windows 3.1, IBM tidak memiliki akses
terhadap kode sumber Windows 95 dan tidak mau menggunakan waktu dan sumber daya
yang ada untuk melakukan emulasi terhadap Win32 API. IBM juga memperkenalkan
OS/2 pada kasus Amerika Serikat versus Microsoft, dengan menyalahkan taktik
marketing pada bagian Microsoft, tapi banyak orang mungkin setuju bahwa masalah
di dalam bagian marketing IBM lah dan dukungannya yang sangat kurang dari para
pengembang perangkat lunak yang meyebabkan kegagalan-kegagalan OS/2.
Sebelum menggantinya dengan versi
Windows yang baru, Microsoft merilis Windows 95 dalam lima versi berbeda, yakni
sebagai berikut:
* Windows 95 - rilis yang sebenarnya
dari Windows 95
* Windows 95 A - mencakup pembaruan
Windows 95 Original Service Release 1 (OSR1) yang dimasukkan secara langsung
terhadap instalasi.
* Windows 95 B - mencakup beberapa
pembaruan mayor lainnya, seperti halnya sistem berkas FAT32, dan Internet
Explorer 3.0. Versi ini juga dikenal dengan Windows 95 OSR2, atau banyak orang
di Indonesia menyebutnya sebagai Windows 97.
* Windows 95 B USB - atau Windows 95
OSR2.1 merupakan versi Windows 95 yang menawarkan dukungan terhadap perangkat
keras berbasis bus Universal Serial Bus/USB.
* Windows 95 C - atau Windows 95
OSR2.5 mencakup semua fitur di atas, ditambah Internet Explorer 4.0. Versi ini
merupakan versi yang paling terakhir dirilis dari seri Windows 95.
Windows 95 OSR2, OSR2.1 dan OSR2.5
tidaklah dirilis untuk publik, akan tetapi hanya kepada OEM saja yang mau
menggunakan sistem operasi tersebut ke dalam komputer buatannya. Beberapa
perusahaan OEM bahkan menjual hard disk baru dengan sistem operasi Windows 95
OSR2 di dalamnya.
Selain fitur yang terkandung di
dalam Windows 95, Microsoft juga memperkenalkan Microsoft Plus! for Windows 95
yang mencakup beberapa fitur tambahan yang tidak dimiliki oleh Windows 95.
Windows NT 4.0
Microsoft merilis Windows NT 4.0,
sebagai penerus Windows NT 3.x yang sukses mengancam dominasi Novell Netware
dan UNIX di pasar korporat. Windows NT 4.0 ini pada awalnya dikembangkan
sebagai sebuah bagian dari usaha untuk memperkenalkan Windows NT kepada pasar
workstation. NT 4.0 memiliki antarmuka yang sama dengan Windows 95, tetapi
menggunakan kernel yang sama dengan Windows NT, sehingga lebih stabil. Memang,
ada sebuah patch tambahan yang tersedia untuk Windows NT 3.51 yang mampu
membuat NT 3.51 agar mirip seperti NT 4.0, tapi sangat tidak stabil dan
memiliki banyak bug. Antarmuka pengguna tersebut pada awalnya memang
dikembangkan di atas Windows NT, tapi karena Windows 95 dirilis terlebih dahulu
sebelum NT 4.0, maka orang cenderung berpikir "Windows NT 4.0 adalah
jiplakan dari Windows 95."
Windows NT 4.0 datang dalam empat
versi:
* Windows NT 4.0 Workstation
* Windows NT 4.0 Server
* Windows NT 4.0 Server, Enterprise
Edition (yang mencakup dukungan terhadap clustering dan SMP hingga 8-way)
* Windows NT 4.0 Terminal Server
Windows 98
Pada 25 Juni 1998,
Microsoft merilis sebuah sistem operasi Windows baru, yang dikenal sebagai
Windows 98. Windows 98 dianggap sebagai revisi minor terhadap Windows 95, tapi
secara umum dilihat jauh lebih stabil dan dapat diandalkan dibandingkan dengan
pendahulunya, Windows 95. Windows 98 mencakup banyak driver perangkat keras
baru dan dukungan sistem berkas FAT32 yang lebih baik yang mengizinkan partisi
untuk memiliki kapasitas lebih besar dari 2 gigabyte, sebuah batasan yang
terdapat di dalam Windows 95. Dukungan USB di dalam Windows 98 pun juga jauh
lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya.
Windows 98 mengundang kontroversi saat Microsoft memasukkan penjelajah web
Microsoft Internet Explorer ke dalam sistem operasi dan tidak dapat dicabut,
sehingga menjadikan Windows Explorer dan GUI Windows mampu menampilkan
direktori seolah-olah halaman web. Hal ini membuka kasus baru, yang disebut
sebagai Amerika Serikat versus Microsoft, yang menanyakan mengapa Microsoft
repot-repot menjaga dominasinya di dalam sistem operasi komputer pribadi untuk
berkompetisi dengan para pesaingnya seperti Netscape dan IBM dengan cara yang
tidak jujur.
Pada tahun 1999, Microsoft merilis Windows 98 Second Edition, sebuah rilis yang
menawarkan banyak peningkatan dibandingkan versi sebelumnya. Internet
Connection Sharing, yang merupakan sebuah bentuk dari Network Address
Translation, yang mengizinkan beberapa mesin di dalam sebuah jaringan lokal
agar dapat menggunakan satu buah jalur koneksi Internet bersama-sama pun
diperkenalkan pada versi ini. Banyak masalah minor di dalam Windows yang lama
telah dikoreksi, yang menjadikan Windows 98 menurut banyak orang sebagai sebuah
versi Windows 9x yang paling stabil di antara semua versi Windows 9x lainnya.
Windows 2000
Microsoft merilis Windows 2000 pada 17 Februari 2000, sebuah versi yang
sebelumnya dikenal dengan sebutan Windows NT 5.0 atau "NT 5.0". Versi
Windows 2000 ditujukan untuk dua pangsa pasar, yakni pangsa pasar workstation
dan juga pangsa pasar server.
Di antara fitur-fitur Windows 2000 yang paling signifikan adalah Active
Directory, sebuah model jaringan pengganti model jaringan NT domain, yang
menggunakan teknologi yang merupakan standar industri, seperti Domain Name
System (DNS), Lightweight Directory Access Protocol (LDAP), dan Kerberos untuk
menghubungkan antara sebuah mesin ke mesin lainnya. Windows Terminal Services
juga, yang pada Windows NT 4.0 hanya terdapat di dalam satu produk saja, pada
Windows 2000 terdapat dalam semua versi server. Fitur-fitur baru yang diadopsi
dari Windows 98 juga ditanamkan di dalamnya, seperti Device Manager yang telah
ditingkatkan (dengan menggunakan Microsoft Management Console), Windows Media
Player, dan DirectX 6.1 (yang memungkinkan sistem operasi berbasis kernel
Windows NT untuk menjalankan game). Windows 2000 juga merupakan versi Windows
berbasis kernel NT terakhir yang tidak mengharuskan penggunanya untuk melakukan
aktivasi terhadapnya.
Meskipun Windows 2000 dapat memperbarui komputer yang sebelumnya menjalankan
Windows 98, Windows 2000 tidaklah dianggap sebagai produk yang cocok untuk
pengguna rumahan. Alasannya banyak, di antaranya adalah kurangnya device driver
untuk banyak perangkat pengguna seperti pemindai (scanner) dan juga pencetak
(printer), pada saat dirilis. Situasi tersebut akhirnya berbalik pada saat
Windows XP dirilis oleh Microsoft.
Windows 2000 tersedia dalam enam edisi, yakni:
* Windows 2000 Professional
* Windows 2000 Server
* Windows 2000 Advanced Server
* Windows 2000 Datacenter Server
* Windows 2000 Advanced Server Limited Edition
* Windows 2000 Datacenter Server Limited Edition
Windows ME
Pada bulan September
2000, Microsoft memperkenalkan Windows Millennium Edition (dikenal juga dengan
sebutan Windows Me atau Windows ME). Versi ini memperbarui Windows 98 dengan dukungan
multimedia dan Internet yang lebih baik. Versi ini juga memasukkan fitur
"System Restore," yang mengizinkan para penggunanya untuk
mengembalikan keadaan sistem ke sebuah titik yang dikenal baik-baik saja, pada
saat sistem operasi mengalami kegagalan. System Restore menjadi fitur yang
masih dipertahankan pada Windows XP. Versi ini juga memperkenalkan Windows
Movie Maker versi pertama.
Windows Me dibuat dalam waktu yang singkat, kira-kira hanya satu tahun, yang
ditujukan hanya untuk mengisi kekosongan rilis antara Windows 98 dan Windows XP
sebagai sistem operasi untuk kelas rumahan. Fitur-fitur yang terdapat di dalam
Windows Me (seperti Internet Explorer 5.5, Windows Media Player 7.0, dan
Microsoft DirectX 7.1) bahkan bisa diperoleh secara gratis dari situs Windows
Update, kecuali System Restore. Hasilnya, Windows Me pun tidak dianggap sebagai
sebuah sistem operasi yang unik di antara saudara-saudaranya dari keluarga
Windows 9x, Windows 95 dan Windows 98. Windows Me juga dikritik karena
munculnya masalah kestabilan, dan juga dukungan terhadap MS-DOS yang berjalan
di dalam modus real. Orang-orang bahkan menyebut Windows Me sebagai Windows
Mistake Edition.
Windows Me merupakan sistem operasi terakhir yang dibuat berdasarkan kernel
monolithic Windows 9x dan MS-DOS. Versi ini pun menjadi versi terakhir sistem
operasi Windows yang tidak memiliki Windows Product Activation (WPA)
Windows XP
tahun 2001,
Microsoft memperkenalkan Windows XP (yang memiliki nama kode
"Whistler" selama pengembangan. Akhirnya, setelah merilis beberapa
versi Windows berbasis Windows 9x dan NT, Microsoft berhasil menyatukan kedua
jajaran produk tersebut. Windows XP menggunakan kernel Windows NT 5.1, sehingga
menjadikan kernel Windows NT yang terkenal dengan kestabilannya memasuki pasar
konsumen rumahan, untuk menggantikan produk Windows 9x yang berbasis 16/32-bit
yang sudah menua.
Windows XP merupakan versi sistem operasi Windows yang paling lama (paling
tidak hingga saat ini), karena memang berkisar dari tahun 2001 hingga tahun
2007, saat Windows Vista dirilis ke konsumen. Jajaran sistem operasi Windows XP
akhirnya diteruskan oleh Windows Vista pada 30 Januari 2007.
Windows XP tersedia dalam beberapa versi:
* Windows XP Home Edition, yang ditujukan untuk pasar desktop dan laptop rumahan.
* Windows XP Home Edition N, sama seperti Home Edition yang biasa, tapi tidak
memiliki Windows Media Player, karena memang peraturan Uni Eropa tidak
memperbolehkannya.
* Windows XP Professional, yang ditujukan bagi para power user dan pebisnis.
* Windows XP Professional N, sama seperti Professional Edition, tapi tidak
memiliki Windows Media Player, karena peraturan Uni Eropa tidak mengizinkannya.
* Windows XP Media Center Edition (MCE), dirilis pada bulan November 2002,
merupakan Windows XP Home Edition yang ditujukan untuk dektop dan laptop dengan
penekanan pada hiburan rumahan.
o Windows XP Media Center Edition 2003
o Windows XP Media Center Edition 2004
o Windows XP Media Center Edition 2005, yang dirilis pada 12 Oktober 2004.
* Windows XP Tablet PC Edition, yang ditujukan untuk PC Tablet (PC dengan layar
sentuh)
o Windows XP Tablet PC Edition 2005
* Windows XP Embedded, yang ditujukan untuk sistem benam (embedded system)
* Windows XP Starter Edition, yang ditujukan untuk para pengguna komputer di beberapa
negara berkembang.
* Windows XP Professional x64 Edition, yang dirilis pada 25 April 2005 untuk
sistem-sistem rumahan dan workstation yang menggunakan prosesor 64-bit yang
berbasiskan set instruksi x86-64 (AMD64 atau Intel EM64T).
* Windows XP 64-bit Edition, merupakan sebuah versi Windows XP yang ditujukan
untuk jajaran prosesor Intel Itanium, yang mempertahankan kompatibilitas dengan
aplikasi 32-bit dengan menggunakan emulator perangkat lunak. Versi ini sama
saja dengan Windows XP Professional, dari segi fitur-fiturnya. Produk ini
dihentikan pada bulan September 2005 saat vendor terakhir workstation berbasis
prosesor Itanium menghentikan produk-produknya sebagai "workstation",
karena memang mereka cenderung memfokuskan Itanium sebagai basis komputer
server.
o Windows XP 64-bit Edition 2003, dibuat berbasiskan basis kode Windows NT 5.2
(sama seperti Windows Server 2003).
Windows Server 2003
Pada tanggal 24 April
2003, Microsoft meluncurkan Windows Server 2003, sebuah pembaruan untuk sistem
operasi Windows 2000 Server, yang menawarkan banyak fitur-fitur keamanan yang
baru, pemandu "Manage Your Server wizard" yang menyederhanakan
peranan sebuah mesin yang menjalankannya, dan juga peningkatan kinerja. Windows
Server 2003 menggunakan kernel Windows NT versi 5.2.
Di dalam Windows Server 2003, beberapa layanan yang tidak terlalu dibutuhkan di
dalam lingkungan server dinonaktifkan secara default, terutama "Windows
Audio" dan "Themes" demi alasan kestabilan; Agar dapat
menggunakan suara dan tampilan yang sama dengan Windows XP, pengguna harus
mengaktifkannya secara manual, melalui snap-in Microsoft Management Console
Services.msc Selain itu, akselerasi perangkat keras untuk kartu grafis juga
dimatikan; lagi-lagi pengguna harus mengaktifkannya secara manual, tentu saja
jika device driver yang digunakan "bisa dipercayai".
Pada bulan Desember 2005, Microsoft merilis Windows Server 2003 R2, yang
merupakan Windows Server 2003 Service Pack 1 ditambah dengan beberapa paket
tambahan. Di antara semua fitur-fitur barunya adalah fitur-fitur manajemen
untuk kantor-kantor cabang, dan integrasi identitas yang luas.
Windows Server 2003 tersedia dalam lima buah edisi:
* Windows Server 2003, Web Edition
* Windows Server 2003, Standard Edition
* Windows Server 2003, Enterprise Edition (32-bit dan 64-bit)
* Windows Server 2003, Datacenter Edition
* Windows Server 2003, Small Business Server
Windows Fundamentals for Legacy PCs (WinFLP)
Pada bulan Juli 2006,
Microsoft merilis sebuah versi Windows XP Service Pack 2, yang ditujukan untuk
pasar thin-client, yang disebut sebagai Windows Fundamentals for Legacy PCs
(WinFLP). WinFLP hanya tersedia bagi para pelanggan Microsoft Software
Assurance. Tujuan dibuatnya WinFLP adalah untuk memberikan pilihan upgrade
kepada para pelanggannya yang masih menggunakan Windows 95, Windows 98, Windows
Me, dan Windows NT Workstation. Sebagian besar aplikasi pengguna dijalankan di
atas mesin jarak jauh dengan menggunakan Terminal Services atau Citrix.
Windows Vista
Setelah meraih
kesukesan besar dengan Windows XP, Microsoft tidak lantas berhenti begitu saja
mengembangkan Windows. Versi terbaru dari Windows, disebut dengan Windows
Vista, dirilis pada tanggal 30 November 2006 [1] bagi kalangan bisnis sementara
untuk kalangan pengguna rumahan dirilis pada tanggal 30 Januari 2007. Windows
Vista memang dicanangkan agar memiliki keamanan yang lebih tangguh dibandingkan
dengan versi-versi sebelumnya, dengan memperkenalkan sebuah modus pengguna yang
terbatas, yang disebut sebagai User Account Control (UAC), untuk menggantikan
filosofi "administrator-by-default" yang diberlakukan pada Windows
XP. Windows Vista juga memperkenalkan fitur grafik yang jauh lebih
"memikat", yang disebut dengan Windows Aero GUI, aplikasi yang baru
(seperti halnya Windows Calendar, Windows DVD Maker dan beberapa game baru
termasuk Chess Titans, Mahjong, dan Purble Place). Selain itu, Windows Vista
juga menawarkan versi Microsoft Internet Explorer yang lebih aman, serta
Windows Media Player versi baru (versi 11).
Windows Server 2008
Windows Server 2008,
adalah sebuah versi baru Windows Server, yang dijadwalkan untuk dirilis pada
tanggal 27 Februari 2008. Pada saat pengembangannya, Windows Server memiliki
nama kode "Windows Server Codenamed Longhorn." Windows Server 2008
dibangun di atas beberapa keunggulan teknologi dan keamanan yang pada awalnya
diperkenalkan dengan Windows Vista, dan ditujukan agar bisa lebih modular
secara signifikan, ketimbang pendahulunya, Windows Server 2003.
Windows 7
Rilis selanjutnya
setelah Windows Vista dikenal sebagai Windows 7, yang sebelumnya dikenal dengan
sebutan Blackcomb dan Vienna.
Sejarah sistem-sistem operasi Microsoft
Pergerakan versi MS-DOS
* MS-DOS dan PC-DOS
* Windows 95 (MS-DOS 7.0)
* Windows 95 OEM Service Release 2.x, Windows 98 (MS-DOS 7.1)
* Windows Millennium Edition (MS-DOS 8.0)
Pergerakan versi Windows kelas rumahan
* Windows 1.0
* Windows 2.0
* Windows 2.1 (alias Windows/286 and Windows/386)
* Windows 3.0, Windows 3.1, Windows 3.1 for Workgroups, Windows 3.11, Windows
3.11 for Workgroups (WfW)
* Windows 95 (Windows 4.0)
* Windows 98 (Windows 4.1)
* Windows Millennium Edition (Windows 4.9)
Pergerakan versi Microsoft/IBM OS/2
* OS/2 1.0
* OS/2 1.1
* OS/2 1.2
* OS/2 1.3
Pergerakan versi Microsoft berbasis Windows NT
* Windows NT 3.1, 3.5
* Windows NT 4.0
* Windows 2000 (Windows NT 5.0)
* Windows XP (Windows NT 5.1)
* Windows Server 2003, Windows XP 64-bit Edition 2003 (Windows NT 5.2)
* Windows XP Professional x64 Edition (Windows NT 5.2)
* Windows Fundamentals for Legacy PCs (Windows NT 5.1)
* Windows Vista (Windows NT 6.0)
Sistem
Operasi Berbasis Linux
Linux adalah nama yang diberikan
system computer bertipe unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil
pengembangan perangkat lunak bebas terbuka dan sumber utama terbuka.
Jika asal usul MSDOS/Windows berasal
dari pengembangan QDOS yang dilakukan Bill Gates, maka unix merupakan salah
satu system operasi yang mengawali lahirnya libux. Pada tahun 1965, para ahli
membuat system operasi bernama Multics. System ini awalnya didesain dengan harapan
akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor dan
multilevel filesistem. Namun, pada tahun 1969 pembuatan program ini dihentikan
karena system ini sudah tidak memenuhi tujuan semula.
Pada tahun 1991 di Finlandia,
seorang mahasiswa ilmu computer bernama Linus Tovald berhasil mengembangkan OS
berbasis Unix dari system operasi Minix yang diberi nama linux. Pada bulan
Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 oprekan Linus dan pada tanggal 5 Oktober 1991
secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan
gcc compiler.Selain itu, Linus juga mempublikasikan system operasi buatannya
tersebut lengkap dengan ditemui, computer yang tiba-tiba hang dan harus menekan
tombol Ctrl-Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian tersebut.
Hingga saat ini linux telah
berkembang pesat, karena OS-nya yang free, Linux juga sebagai satu-satunya OS
yang berbasis Open Source yang dapat dimodifikasi oleh siapa saja yang ingin
mengembangkan linux. Hingga lahirlah berbagai OS berbasis linux, seperti Fedora
Core, Ubuntu, Mandrake, dll. Bahkan pada tahun 2002 di Indonesia sendiri juga
lahir berbagai OS buatan anak negeri berbasi Linux bermunculan, diantaranya
Trustix Merdeka, WinBI, RimbaLinux, Komura.
Pada tahun 1991, Linus
Benedict Torvalds adalah seorang mahasiswa tahun kedua Ilmu Komputer di
University of Helsinki dan seorang hacker otodidak. Sejarah Sistem Operasi Linux
dimulai saat linus Berusia 21 tahun yang suka bermain-main dengan kekuatan
komputer dan batas-batas sistem yang dapat ditekan. Tapi semua itu kurang
adalah sebuah sistem operasi yang dapat memenuhi tuntutan profesional. MINIX
itu baik, tapi tetap saja itu hanyalah sebuah sistem operasi untuk siswa,
dirancang sebagai alat pengajaran dan bukan satu kekuatan industri.
Pada saat itu, programer komputer di seluruh dunia itu sangat
terinspirasi oleh proyek GNU oleh Richard Stallman, sebuah gerakan perangkat
lunak untuk menyediakan perangkat lunak bebas (linux) dan berkualitas. Dipuja
sebagai pahlawan sekte dalam bidang komputasi, Stallman memulai karirnya di
mengagumkan yang terkenal Laboratorium Artificial Intelligence di MIT, dan
selama pertengahan dan akhir tahun tujuh puluhan, menciptakan editor Emacs.
Pada awal tahun delapan puluhan, perusahaan perangkat lunak komersial memikat
pergi jauh dari programer brilian dari lab AI, dan bernegosiasi perjanjian
menjaga rahasia ketat untuk melindungi rahasia mereka. Tetapi Stallman memiliki
visi yang berbeda. Idenya adalah bahwa tidak seperti produk lain, perangkat
lunak harus bebas dari pembatasan terhadap menyalin atau modifikasi untuk
membuat lebih baik dan efisien cara kerja sistem program komputer.
Tahun 1983 terkenal dengan manifesto yang menyatakan awal proyek GNU, ia
memulai sebuah gerakan untuk membuat dan mendistribusikan perangkat lunak yang
menyampaikan filosofi (Kebetulan, nama GNU merupakan singkatan rekursif yang
sebenarnya adalah singkatan dari "GNU is Not Unix").
Tetapi untuk mencapai impian ini akhirnya menciptakan sebuah sistem operasi
bebas (Linux), ia diperlukan untuk menciptakan alat pertama. Jadi, mulai tahun
1984, Stallman mulai menulis GNU C Compiler (GCC), sebuah prestasi luar biasa
bagi seorang individu pemrograman. Dengan teknis legendaris sihir, dia sendiri
kalah seluruh kelompok programmer dari vendor perangkat lunak komersial dalam
menciptakan GCC, dianggap sebagai salah satu yang paling efisien dan kuat
kompiler yang pernah dibuat.
Pada 1991, proyek GNU menciptakan banyak alat. Yang banyak ditunggu Gnu C
Compiler yang tersedia pada saat itu, tapi masih belum ada sistem operasi.
Bahkan MINIX harus berlisensi. (Kemudian, pada bulan April 2000, Tanenbaum
Minix dirilis di bawah BSD License.) Pekerjaan akan kernel GNU HURD, tapi itu
tidak seharusnya keluar dalam beberapa tahun. dan akhirnya linux pun sekarang semakin
berkembang dan tidak sepenuhnya dikomersilkan.
Sistem
Operasi Berbasis Macintosh
Mac OS, yang bererti Macintosh Operating
System, atau Sistem Pengoperasi Macintosh, adalah sistem pengoperasi komputer Apple untuk komputer Apple Macintosh. Mac OS merupakan
sistem pengoperasian pertama yang menggunakan antarmuka pengguna grafik (Graphical
User Interface -- GUI).
Sejarah dan
Perkembangan MAC OS
Apple pertama didirikan pada tanggal 1 april tahun 1976 oleh steve Jobs, Steve
Wozniak, dan salah seorang Insyiur Atari yang bernama Ronald Wayne. Sebelum
membantu mendirikan Apple, Steve Wozniak adalah seorang hacker elektronik. Pada
tahun 1975, dia bekerja di Hewlett-Packard dan membantu temannya Steve Jobs
mendisain video game untuk Atari. Pada saat itu, Wozniak telah membeli computer
time pada bermacam jenis minicomputer yang di-host oleh Call Computer, sebuah
perusahaan timesharing. Produk pertama perusahaan Apple ini diberi nama Apple I
diciptakan oleh Steve wozniak.
Terdapat pelbagai pandangan bagaimana Macintosh dibangunkan dan di mana ide
asal bermula. Walaupun kaitan antara Macintosh dan projek Alto di Xerox PARC
telah luas diperkatakan dalam rekod sejarah, sumbangan awal Sketchpad oleh Ivan
Sutherland dan Sistem di Talian (On-Line System) oleh Doug Engelbart tidak
kurang pentingnya. Lihat Sejarah GUI, dan Apple v. Microsoft.
Apple sengaja merendahkan kewujudan sistem pengoperasi pada tahun awal
kemunculan Macintosh untuk menjadikan Macintosh kelihatan lebih ramah pengguna
dan membezakannya daripada sistem lain seperti MS-DOS, yang digambarkan sebagai
ajaib (arcane) dan mencabar secara teknikal. Apple mahu Macintosh digambarkan
sebagai sistem yang “terus berfungsi” apabila anda menghidupkannya.
Versi Sistem Operasi Macintosh pada awalnya dikenali sebagai Sistem, seperti
“Sistem 6.0.7″ atau “Sistem 7“. Pada awalnya juga dikenali sebagai Kotak
Perkakasan “Toolbox”; yang mengandungi himpunan rutin piawaian yang boleh
digunakan bagi menggantikan pautan kepada perkakasan komputer itu sendiri.
Pengabstrakan ini yang membenarkan applikasi Mac ditulis untuk satu generasi
sistem digunakan pada generasi berikutnya, sebagai contoh: dari Mac Plus kepada
Mac II, kepada PowerBook, kepada Power Macintosh. Pada awalnya Apple sengaja
mengaburkan kewujudan sistem operasi ini bagi membezakan Mac daripada sistem
lain seperti MS-DOS, yang digambarkan sebagai lebih sukar digunakan berbanding
Mac. Istilah seperti “sistem” dan “kotak perkakasan (the toolbox)” merupakan
cara mudah untuk merujuk kepada perkhidmatan sistem operasi dan Macintosh API
seterusnya mengelakkan penggunaan istilah teknikal (technical jargon). Sehingga
kemunculan era sistem G3 (yang dikenali sebagai mesin “dunia baru”), sebahagian
besar sistem disimpan dalam ROM fizikal pada papan induk, dan juga komponen
sistem pada cakera yang menambah, mengesampingkan (override)atau memperbaiki
rutin ROM. Tujuannya ialah untuk mengelakkan penggunaan terlalu banyak ruang
simpanan dalam cakera liut yang terhad untuk sistem sokongan, kerana komputer Mac yang terawal tidak mempunyai cakera keras.
Sebenarnya cuma satu model Mac yang boleh dijalankan (bootable) menggunakan ROM
sahaja, iaitu model Mac Klasik 1991.
Berikut adalah sejarah perkembangan
system operasi mac OS;
1. Apple I
Sebelum keluar mac Os terlebih
dahulu di rilis Apple I didasarkan pada 8-bit mikro prosesor, MOS 6502
Teknologi, hanya efektif jika dijalankan di bawah 1 MHZ. 6502 adalah sama
seperti mikroprosesor yang paling mahal dari Motorola pada saat itu. Pada saat
itu, CPU Intel 8080 seharga $US 179 dan Motoroal 6800 seharga $US 170. Wozniak
lebih tertarik pada Motorola 6800, tetapi harga keduanya terlalu mahal . Dia
pun kemudian sadar, dan hanya mendesign komputer di atas kertas, menunggu hari
di mana dia mampu membeli CPU.
Ketika MOS Technology memproduksi chip 6502 pada tahun 1976 dengan harga $US
20, Wozniak membuat sebuah versi BASIC untuk chip tersebut, dan mulai mendisain
sebuah komputer untuk menjalankannya. Inilah mengapa Wozniak memilih MOS 6502.
Komputer telah dibangun dalam terminal video, socket untuk 8K bytes onboard
RAM, sebuah alat penghubung Keyboard , dan sebuah kaset board yang
akan bekerja bersama perekam kaset reguler. Komputer telah memiliki sebuah
motherboard yang sederhana : dimana pengguna telah menyediakan sebuah kasus ,
yaitu Sumber AC power (arus listrik), ASCII keyboard, dan a display
device.
2. Apple II
Dengan dana
dan design casing yang baru, Apple II dilepas pada tahun 1977 dan menjadi
komputer yang biasanya diasosiasikan dengan munculnya pasar PC. Jutaan unit
terjual sampai tahun 1980an.yang termasuk kedalam tipe Apple II adalah Apple
II+, IIE, IIC, IIC+, IIE Enhanced, IIE Platinum, dan terakhir 16-bit IIGS,
diperkenalkan di tahun 1986.
3. Apple DOS
Tidak Lama
setelah Apple II diluncurkan, pada bulan juli 1978 meluncurkan system operasi
Apple berbasis DOS pertama. ini disadari bahwa sebuah disk drive adalah
sangat mendesak untuk komputer. Wozniak menciptakan suatu disain brilian untuk
sebuah floppy disk drive, dan demikianlah yang dibutuhkan DOS. Apple Dos tidak
diberi nama versi I namun disebut Versi 3.1 karena ini implementasu. Merupakan
suatu pernbaikan perhitungan x.y Paul Laughton. setiap kali ia
meng-compile kembali source program: dimulai dengan x= 0, y= 1, dan setiap kali
y mencapai 9, nilai x bertambah 1. Apple DOS beta telah diuji seperti Versi 3.
4. Apple Pascal
P-System dari Universitas California
pada San Diego ( UCSD) adalah [yang] sangat populer pada tahun 1970′s dan
awal 80′s. Dua mahasiswa UCSD , MARK Allen dan Richard Gleaves
mengembangkan Suatu microprosesor 6502 interpreter pada musim panas 1978,
Kemudiannya ini menjadi basis untuk Apple II Pascal dilepaskan pada tahun
1979.
5. Apple CP/M
Di tahun1980
Microsoft memperkenalkan suatu co-processor circuit board dengan nama Softcard.
itu mula-mula dinamakan Microsoft Z-80 Softcard. tetapi Microsoft lebih dulu
menyebut kembali untuk menghindari gugatandari Zilog, pembuat Z-80. Softcard
memungkinkan Apple II untuk menjalankan program Z-80 berbasis pada sistem
operasi CP/M yang mempunyai sebuah software program perpustakaan,
seperti dBase dan Wordstar. Selain dari Microsoft Ada kartu
coprocessor lain seperti seperti Motorola 6809, kedua-duanya untuk Z-80.
6. Apple SOS (“sophisticated” operating
system)
Apple III
diperkenalkan pada tahun 1980 sebagai komputer untuk para pebisnis. System
operasi baru ini diberi nama SOS (“sophisticated” operating system).
Setiap program SOS juga membaca sistem operasi ke dalam memori. Setiap
DISK Aplikasi SOS terdiri dari satu kernel (SOS.kernel), satu interepter (SOS.
Interept), di mana bisa menjadi aplikasi bagi dirinyasendiri, dan beberapa
aplikasi yang digunakan,dan sebuah set drivers(SOS driver).
7. Apple ProDOS
ProDOS
direales pertama dengan versi 1.0 pada oktober 1983, sebagai pengganti
untuk Apple DOS 3.3. Apple ProDOS ini merupakan peningkatan dari Apple SOS.
Apple
Macintosh diluncurkan pada tahun 1984 dengan iklan televisi berjudul 1984 yang
didasarkan dari novel karya George Orwell yang juga diberi nama 1984, dengan
pernyataan, “On January 24, Apple Computer will introduce Macintosh. And you’ll
see why 1984 won’t be like ’1984′” รข€” maksud dari kata-kata tersebut adalah
Macintosh yang baru akan membebaskan komputer dan informasi dari kekangan
perusahaan besar dan technocrats. Apple juga membuahkan konsep pewarta Apple
(Apple evangelist) yang dipelopori oleh karyawan Apple bernama Guy Kawasaki.
Setelah
kegagalan Macintosh Portable di tahun 1989, Apple mencoba memperkenalkan sebuah
komputer portabel yang lebih populer, PowerBook, di awal dekade 1990. Generasi
pertama produk ini dirancang bersama Sony dan memberikan layout untuk komputer
portabel yang masih dipakai sampai saat ini: engsel belakang untuk mendukung
layar, keyboard yang diletakkan menjorok ke belakang dan trackball (yang
kemudian menjadi trackpad) diposisikan di depan keyboard tersebut Di tahun
1994, Apple memperbarui produk Macintosh mereka dengan mengenalkan seri Power
Macintosh, yang menggunakan prosesor PowerPC hasil kerjasama IBM, Motorola dan
Apple. Prosesor ini menggunakan arsitektur RISC, yang jauh berbeda dengan seri
Motorola 680X0 sebelumnya. Sistem operasi milik Apple disesuaikan agar piranti
lunak yang dikembangkan untuk prosesor yang lebih tua bisa berjalan dengan seri
prosesor PowerPC.
Di tahun
2001, Apple memperkenalkan Mac OS X, sebuah sistem operasi yang didasarkan dari
NeXTstep yang menggabungkan stabilitas, kehandalan dan keamanan yang dimiliki
UNIX. Mac OS X server juga dirilis pada tahun 2001. Pada dasarnya versi
Server ini mirip dengan versi standardnya, dengan perbedaan bahwa versi Server
mencakup piranti lunak untuk keperluan manajemen dan administrasi workgroup
dalam komputer berskala besar.
Sistem 7.5.1
merupakan sistem pertama yang memasukkan logo Mac OS (muka tersenyum (smiley
face) biru). Mac OS 7.6 (yang dikeluarkan pada 1996) merupakan sistem pertama
yang dinamakan Mac OS kerana wujudnya “klon-klon” Mac, sistem yang hampir
serupa daripada syarikat-syarikat lain seperti Power Computing dan Motorola,
dan Apple hendak memberitahu dengan jelas bahawa sistem operasiannya merupakan
hak milik intelektualnya sendiri.
Sistem Mac OS boleh dibahagikan
kepada dua jenis:
Mac OS “Klasik”, sistem yang mula-mula dikeluarkan untuk Mac yang pertama pada
tahun 1984 hinggalah Mac OS 9. Mac OS X (huruf “X” itu disebut sepuluh, iaitu
nombor Roman) yang lebih baru. Mac OS X memasukkan unsur-unsur BSD Unix, OpenStep,
dan Mac OS 9. Sistem tahap rendah asasnya, Darwin yang berasaskan Unix,
merupakan sumber terbuka.
Mac OS Klasik
Mac OS
klasik dikenali sebagai satu sistem yang tidak mempunyai sebarang baris
perintah (command line); merupakan sistem yang menggunakan antara muka pengguna
grafik (IU) sepenuhnya. Dipuji kerana senang untuk digunakan, sistem ini juga
dikritik kerana menggunakan kerjasama multitugas (cooperative multitasking),
ketiadaan pengurusan ingatan, dan kecenderungan pertelingkahan tambahan/sambungan.
“Tambahan” adalah perisian yang ditambah kepada sistem pengoperasi, untuk
memberikan fungsi tambahan - seperti rangkaian kerja (networking) - atau
sokongan kepada perkakasan tertentu. Sesetengah sambungan tambahan mungkin
tidak akan berfungsi dengan betul antara satu sama lain atau mungkin perlu
ditambah mengikut urutan tertentu. Menyelesaikan masalah tambahan Mac OS boleh
menjadi satu proses cuba jaya yang memakan masa yang panjang.
Mac OS juga
memperkenalkan Sistem Fail Hierarki (Hierarchical File System), sebagai satu
cara inovatif penyususnan fail. Satu fail pada DOS atau Unix merupakan jujukan
bait (byte), yang memerlukan aplikasi mengetahui bahagian bait mana yang
mewakili kod dan bahagian mana yang mewakili grafik atau data yang lain, Fail
Mac mempunyai dua bahagian yang berlainan. Sebagai tambahan kepada cuaran data,
yang merupakan ulangan bait, terdapat juga akar cuaran resource fork yang
mengandungi data yang sudah disusun seperti menu, grafik, bunyi, dan segmen
kod. Satu fail applikasi mungkin hanya mempunyai sumber yang tidak mengandungi
bahagian data. Fail teks mungkin mengandungi teks dalam bahagian data dan
maklumat stail pada sumbernya, jadi applikasi yang tidak mengenal maklumat
stail tersebut masih boleh membaca teks yang disimpan. Walaupun kaedah ini
mempunyai beberapa kelebihan, Mac OS tidak dapat digunakan bersama-sama
sistem-sistem pengoperasian lain yang tidak menggunakan sistem Mac OS;
contohnya, apabila sesuatu fail disalin daripada Mac kepada DOS atau Unix, akar
cuarannya akan dibuang.Menjelang akhir 1990-an, telah disedari bahawa teknologi era 1980-an ini telah melangkaui hayatnya, dengan
kewujudan sistem-sistem pengoperasian multitugas baru yang lebih stabil.
Mac OS X
Rencana utama: Mac OS X
Mac OS X mambawakan pengurusan memori ala-Unix dan pre-emptive multitasking
kepada platform Mac. Pengurusan memori yang jauh lebih baik membolehkan lebih
banyak perisian berjalan serentak dan hampir menghapuskan kemungkinan sesuatu
perisian meruntuhkan perisian lain. Ia juga adalah Mac OS petama memasukkan
baris arahan, walaupun tidak dapat dilihat kecuali apabila penggunanya
melancarkan perisian “terminal”. Ramai peminat Mac OS asal menerima OS X,
tetapi terdapat beberapa yang mengkritiknya sebagai lebih susah dan kurang
mesra pengguna daripada Mac OS asal.
Ini Rilis terakhir Mac OS
diluncurkan sekitar bulan Mei 2005 dengan kode Tiger dengan versi 10.4.
Tahapan-tahapan OS X:
˜ Mac OS X Server 1.0 kode: “Rhapsody”, dirilis: Maret 1999.
˜ Mac OS X Public Beta kode: “Kodiak”, dirilis: September
2000.
˜ Mac OS X 10.0 (update 10.0.1-10.0.2-10.0.3-10.0.4) kode:
“Cheetah”, dirilis: Maret 2001.
˜ Mac OS X 10.1 (update 10.1.1-10.1.2-10.1.3-10.1.4-10.1.5)
kode: “Puma”, dirilis: Oktober 2001.
˜ Mac OS X Server 10.1 (update
10.1.1-10.1.2-10.1.3-10.1.4-10.1.5) kode: “Puma”, dirilis: November 2001.
˜ Mac OS X 10.2 (update
10.2.1-10.2.2-10.2.3-10.2.4-10.2.5-10.2.6-10.2.7-10.2. kode: “Jaguar”,
dirilis: Agustus 2002.
˜ Mac OS X Server 10.2 (update 10.2.1-10.2.2-10.2.3-10.2.4-10.2.5-10.2.6-10.2.7-10.2.,
dirilis Agustus 2002.
˜ Mac OS X 10.3 (update
10.3.1-10.3.2-10.3.3-10.3.4-10.3.5-10.3.6-10.3.7-10.3.8-10.3.9) kode:
“Panther”, dirilis Oktober 2003.
˜ Mac OS X Server 10.3 (update 10.3.1-10.3.2-10.3.3-10.3.4-10.3.5-10.3.6-10.3.7-10.3.8-10.3.9),
dirilis Oktober 2003.
˜ Mac OS X 10.4 (update 10.4.1-10.4.2-10.4.3-10.4.4-10.4.5)
kode: “Tiger”, dirilis: April 2005.
˜ Mac OS X Server 10.4 (update
10.4.1-10.4.2-10.4.3-10.4.4-10.4.5) dirilis: April 2005.
˜ Mac OS X 10.5 (update 10.5.1-10.5.2-10.5.3-10.5.4) kode:
“Leopard”, dirilis: Oktober 2007
˜ Max OS X 10.6 (kode: “Snow Leopard”; beredar pada Juni 2009)
Teknologi Mac OS
QuickDraw:
model pengimej imaging model yang pertama memberikan pasaran pukal WYSIWYG
Finder: antaramuka untuk melayari filesystem dan melancarkan applikasi
MultiFinder: versi pertama yang menyokong menjalankan lebih dari satu perisian
secara serentak Chooser: perkakasan untuk mencapai network resources (contoh:
mengaktifkan AppleTalk) ColorSync: teknologi untuk memastikan pemadanan warna
yang sesuai Pengurusan ingatan OS Mac: bagaimana Mac menguruskan RAM dan
ingatan maya sebelum bertukar kepada UNIX Pengemulasian Motorola 68000 oleh
PowerPC: bagaimana Mac menangani transisi arkitektural daripada CISC kepada
RISC (lihat emulator Mac 68K) Desk Accessories: perisian kecil “helper” yang
boleh dijalankan seiring dengan sebarang perisian lain, sebelum munculnya MultiFinder
atau System 7. PlainTalk: teknologi sintesis pertuturan and pengecaman
pertuturan Mac-Roman : set aksara
beberapa Fungsi Kombinasi Tombol Keyboard
1. CTRL+C (Copy)
2. CTRL+X (Cut)
3. CTRL+V (Paste)
4. CTRL+Z (Undo)
5. DELETE (Delete)SHIFT+DELETE (menghapus permanen)
6. CTRL+SHIFT sementara drag sebuah item (menciptakan shortcut)
7. F2 key (merubah nama dari item yang dipilih)
8. CTRL+RIGHT ARROW (memindah kursor ke huruf selanjutnya)
9. CTRL+LEFT ARROW (memindah kursor ke awal huruf)
10. CTRL+DOWN ARROW (memindah kursor ke awal paragraf)
11. CTRL+UP ARROW (memindah kursor ke posisi paragraf
sebelumnya)
12. CTRL+SHIFT dengan berbagai tombol arah (menunjukkan daerah yang diblok)
13. CTRL+A (seleksi/blok semua karakter)
14. F3 key (pencarian folder atau file)
15. ALT+ENTER (melihat properties dari item yang dipilih)
16. ALT+F4 (menutup program yang aktif)
17. ALT+ENTER (menunjukkan properties dari object yang terpilih)
18. ALT+SPACEBAR (membuka shortcut pada windows yang aktif)
19. CTRL+F4 (menutup dokumen yang aktif pada dokumen yang banyak dibuka)
20. ALT+TAB (memindah item-item yang aktif)
21. ALT+ESC (urutan item yang telah dibuka)
22. F6 key (elemen-elemen layar pada desktop)
23. F4 key (memunculkan Address bar pada My Computer atau Windows Explorer)
24. SHIFT+F10 (memunculkan shortchut sesuai ikon yang dipilih)
25. ALT+SPACEBAR (memunculkan menu Systen pada windows yang aktif)
26. CTRL+ESC (menampilkan menu Start)
27. ALT+garis bawah pada suatu menu (Menampilkan menu yang sesuai)
28. F10 key (mengaktifkan menu bar program yang sedang aktif)
29. RIGHT ARROW (membuka sebuah submenu terutama menu lanjutan sebelah kanan)
30. LEFT ARROW (membuka sebuah submenu terutama menu lanjutan sebelah kiri)
31. F5 key (Update active window)
32. BACKSPACE (kembali ke direktori sebelumnya di My Computer atau Windows
Explorer)
33. ESC (membatalkan proses suuatu eksekusi program)
34. SHIFT memasukkan CD-ROM ke dalam CDROM drive (mencegah CD-ROM dari running
otomatis)
35. CTRL+TAB (maju ke tab berikut)
36. CTRL+SHIFT+TAB (mundur ke tab sebelum)
37. TAB (maju tab berdasarkan pilihan)
38. SHIFT+TAB (mundur pada suatu pilihan menu)
39. ALT+huruf yang diUnderlined (lakukan perintah sesuai dengan opsi yang
dipilih)
40. ENTER (lakukan perintah atau tombol untuk pelaksana perintah)
41. SPACEBAR (memilih atau mengosongkan check box pada menu aktif pada check
box)
42. Arrow keys (menyorot suatu karakter)
43. F1 key (menampilkan Help)
44. F4 key (menampilkan item pada daftar yang aktif)
45. BACKSPACE (kembali ke direktori awal)
46. Windows Logo (menampilkan atau menyembunyikan Start menu)
47. Windows Logo+BREAK (menampilkan System Properties dialog box)
48. Windows Logo+D (menampilkan desktop)
49. Windows Logo+M (Minimize semua windows)
50. Windows Logo+SHIFT+M (Restore minimized windows)
51. Windows Logo+E (membuka My Computer)
52. Windows Logo+F (mencari sebuah file atau folder)
53. CTRL+Windows Logo+F (pencarian komputer terutama dalam suatu jaringan)
54. Windows Logo+F1 (menampilkan Windows Help and Support)
55. Windows Logo+ L (lock windows)
56. Windows Logo+R (membuka Run)
57. Windows Logo+U (membuka Utility Manager) Accessibility Keyboard Shortcuts
58. SHIFT kanan selama delapan detik (menyalakan FilterKeys baik on atau off)
59. Left ALT+left SHIFT+PRINT SCREEN (menyalakan High Contrast baik on atau
off)
60. Left ALT+left SHIFT+NUM LOCK (menyalakan MouseKeys baik on atau off)
61. SHIFT lima kali (mengaktifkan StickyKeys)
62. NUM LOCK selama 5 detik (mengaktifkan ToggleKeys)
63. Windows Logo +U (membuka Utility Manager)
64. END (menampilkan isi windows yang aktif paling bawah)
65. HOME (menampilkan isi windows yang aktif paling atas)
66. NUM LOCK+Tanda Asterisk (*) (menampilkan daftar subfolder pada folder yang
dipilih)
67. NUM LOCK+tanda plus (+) (menampilkan daftar dari isi suatu folder)
68. NUM LOCK+tanda minus (-) (menutup folder yang dipilih)
69. LEFT ARROW (pilih folder induk)
70. RIGHT ARROW (memilih subfolder pertama)
71. RIGHT ARROW (memulai baris baru)
72. LEFT ARROW (menujunpada akhir baris sebelumnya)
73. UP ARROW (naik satu baris)
74. DOWN ARROW (turun satu baris)
75. PAGE UP (naik satu layar)
76. PAGE DOWN (turun satu layar)
77. HOME (menuju awal suatu baris)
78. END (menuju akhir suatu baris)
79. CTRL+HOME (menuju karakter pertama)
80. CTRL+END (menuju karakter terakhir)
81. SPACEBAR (memilih antar Enlarged and Normal mode ketika karakter disorot)
82. CTRL+O (membuka suatu direktori untuk membuka suatu file pada suatu
program)
83. CTRL+N (membuka tampilan baru)
84. CTRL+S (menyimpan suatu file dokumen)
85. CTRL+M (menambah atau menghapus suatu item file dokumen)
86. CTRL+W (membuka window baru)
87. F5 key (Update isi semua console windows)
88. ALT+SPACEBAR (menampilkan menu MMC window)
89. ALT+F4 (menutup tampilan window)
90. ALT+A (menampilkaActionmenu)
91. ALT+V (menampilkan View menu)
92. ALT+F (menampilkan the File menu)
93. ALT+O (menampilkan the Favorites menu)
94. MMC Console Window Keyboard Shortcuts
95. CTRL+P (menampilkan menu untuk mencetak dokumen)
96. ALT+Minus sign (-) (menampilkan menu windows yang aktif)
97. SHIFT+F10 (menampilkan menu opsi dari program yang aktif)
98. F1 key (membuka Help menu)
99. F5 key (reload, update isi dari suatu dokumen)
100. CTRL+F10 (Maximize windows yang aktif)